BIRD vs LEAF. Chapter 6 : Dulu, LEAF dan Bird Adalah Partner

FYI, Ketua LEAF dan Ketua BIRD waktu kelas 1 dulu adalah partner ujian. Saya dan Ketua LEAF duduk depan belakang karena nomer NIS kami berurutan. PARTNER UJIAN. Yang berarti di nilai rapor kelas 1 saya ada campur tangan dia, dan begitupun sebaliknya. Tapi sekarang malah begini.

Wakil ketua LEAF dan Ketua BIRD adalah teman sebangku sejak kelas 1 semester genap sampai sekarang. Kami berfikir bersama, dan saling membantu. Ketua BIRD memumpuni di pelajaran Fisika dan English. Wakil Ketua LEAF peserta OSN Biologi, dan cerdas cermat Jepang. Kami saling membantu. Setidaknya ada keringat dia di nilai Biologi dan Jepang saya, begitu pun sebaliknya. Tapi sekarang jadi begini…

Sedangkan apa yang Donny, Iffan, dan Kukuh lakukan untuk BIRD pun tidak salah. Mereka benar – benar melindungi keberadaan saya.

Mereka selalu mendukung saya, “Jangan takut bu ketua, ada kami disini”.

Namun saya tidak bisa tegas, karena saya selalu terbayang akan Ketua dan Wakil Ketua LEAF.

Udah lo lebih baik diem aja Jas, kami tau posisi lo, biar kami aja”.

Saya sadar saya gak boleh diem aja. Saya gak boleh biarkan mereka sendirian.

Raja bergerak belakangan.

Tapi kalo gini saya seperti seorang putri dilindungi.

FU*K, saya kesal dengan diri sendiri.

Sejalan dengan ini, pergolakan di dalam tubuh LEAF masih terus berlanjut. Mereka saling membuka aib di Facebook diikuti pertanyaan yang berdatangan dari kakak kelas dan adik kelas.

BIRD vs LEAF

BIRD vs LEAF

BIRD vs LEAF

29 November 2009. Saat saya check inbox facebook saya, ada message dari Teman sebangku saya, dia mengirim message ke saya, kukuh, iffan, dan donny.

Intinya dia bilang : “Kok gara-gara ada masalah ini kita jadi renggang ya?”

OMG OMG OMG,  enggak sadar juga dia, siapa juga yang bikin renggang. Grrwwrrr.

Pengen teriak rasanya.

Sampai sekarang diantara kukuh, Iffan, dan saya, tidak ada satupun yang membalas. Takut salah perkataan. Kita lagi nunggu Donny pulang gereja.

Hari selasa besok Rapat lagi. Tunggu saja apa yang akan terjadi nanti

BIRD vs LEAF. Chapter 5 : Birds Have Never Laughed

26 November 2009. 2hari setelah rapat ricuh itu ada rapat lagi. Kali ini rapatnya bareng orang dari EO, yang bakal bantuin para panitia pensi.

Tau tidak yang hadir pada rapat kali itu hanya gustian as ketua panitia pensi, BIRD diwakili saya – kukuh – iffaan & Firda (Donny sedang rapat rokris), dan PI. LEAF gak dateng, dengan alas an mereka sedang remedial. Memang mereka pikir saya bodoh, dari segitu banyaknya pengurus LEAF gak ada satupun yang datang?

Rapat berlangsung, Ketua LEAF sempat masuk, namun pasif, tak bicara sedikitpun, lalu ditengah rapat tiba-tiba ia keluar.

Rapat kali itu sebenernya saya gak begitu ngerti, yang ngerti Yao sama PI, soalnya ngebahas dekor, dana, gueststar,dll. Pokoknya apa yang saya bisa bantu akan saya bantu, tinggal berikan saya komando maka saya akan langsung mengomando anak buah saya.

Saat penghujung rapat, Donny baru dateng, abis rapat Natal dia. Rapat pun selesai, dan orang EO pun pergi. Tinggal kami ngomongin apa apa yang harus dilakukan, dan kami minta gustian as panitia pensi untuk tegas, karena waktu rapat sebelumnya yang panas panas panas, gustian as ketua panitia seperti tidak dihargai oleh LEAF.

Tiba – tiba teman sebangku saya masuk ke ruang rapat. As we know, dia yang baru balik dari tugasnya langsung termakan omongan teman-temannya yang belum tentu benar.

Saat itu dia benar –benar bela organisasinya, dan jatuhin BIRD gitu aja. Saya ingin protes, saya ingin bicara, saya gak terima BIRD dibilang seperti itu. Tapi Donny bilang,  “Lo diem aja jas, biar gue yang ngomong”. Memang benar sih, Donny takut saya kenapa –kenapa soalnya saya masih duduk sebangku dengan wakil ketua LEAF SETENGAH TAHUN LAGI ! Oke saya diam.

Jadi teman sebangku saya berfikir seperti ini : Para pengurus LEAF terbentuk dengan adanya pelantikan, pelatihan, dsb. (Di sekolah saya pencarian bibit LEAF itu pake kekerasan, macam push up, guling2 di lapangan dll) Sedangkan BIRD terbentuk begitu saja, tanpa ada pelantikan dan pelatihan. Jadi hak –hak BIRD di sekolah saya berbeda dengan hak BIRD di sekolah lain, dan menurut teman sebangku saya, selama ini BIRD diajak kerja bareng aja udah lebih dari cukup. Istilahnya dikasih hati minta jantung.

Well, menurut saya as ketua BIRD : Memang mau kami seperti ini? Kami juga maunya BIRD ada pelantikan, pelatihan dll, dsn. Tapi itu kan sekolah yang ngatur. Kami bisa apa? Dan satu lagi, anggota BIRD adalah ketua kelas as perwakilan dari tiap – tiap kelas, so apa butuh pelatihan fisik macam LEAF? Ya enggak lah.

Sungguh saat itu hati saya sakit, karena selama ini menomor satukan sikap menghormati teman sebangku saya dari pada membela BIRD, tapi ternyata dia tidak menghargai saya, dia menomor  satukan organisasinya. Dan setelah itu, saya berubah haluan, saya akan terus bersama teman – teman BIRD, tanpa menghiraukan perasaan saya.

Karena tugas BIRD adalah mengontrol LEAF agar tidak bertindak sewenang – wenang, dan ini adalah salah satu cara mengontrol mereka. Cara mereka salah, terlalu superior. Bukannya menyatukan diri dengan BIRD dan PI, tapi mereka malah memisahkan diri, dan mau mereka BIRD dan pihak Indepen kerja dibawah komando mereka. Padahal itu salah. Yang berhak mengomando adalah gustian as ketua panitia pensi, bukan LEAF. Disitulah salahnya.

Setelah saat itu, status LEAF di facebook makin menjadi – jadi. Didalam tubuh LEAF sendiri pun ada konflik, konflik antar sesama LEAF. Dan dari status- status mereka sih sejauh ini, mereka nyalahin BIRD  atas perpecahan yang mereka alami.

Aib mereka umbar, komentar di status, note, dll.

Saya bilang ke seluruh BIRD, jangan ada yang komentar di status mereka.

Cara yang konyol menurut saya, seperti anak TK. Sangat konyol. Mereka saling membuka aib. Menjijikan guys.

Tapi ada salah satu komentar yang dibuat teman sebangku saya di status temen LEAFnya.

Dia bilang, “Cukup perdebatan kita sampai disini, karena ada yang tertawa diluar sana”.

Well, ngertikan maksudnya ?

Ngertikan siapa yang dia pikir tertawa?

Sakit hati saya readers.

Segitu buruknya kah prasangka buruk teman sebangku saya terhadap saya dan BIRD. Dia pikir saya tertawa ?

Boro – boro saya bisa tertawa, tiap saya memikirkan masalah ini, yang ada air mata saya yang jatuh. Saya menghormati teman – teman saya di LEAF, pure sebagai teman. Tapi begini balasannya…

BIRD VS LEAF. Chapter 4 : Rapat Panas

25 November 2009. Hari itu hari Rabu. Setelah perayaan hari guru akan ada rapat pensi di lantai 3, ruang seni  budaya.

Pengurus LEAF, kami pengurus BIRD, dan pihak indepen berkumpul.  Ya, akan ada voting ulang tema. 2 Tema. Yaitu Tema dari LEAF, dan Tema dari PI.

Tapi ada yang aneh, sangat aneh. LEAF membawa seluruh pengurus kelas 10 untuk mengikuti voting. Padahal saat rapat I dan rapat II kelas 10 tidak kelihatan batang hidungnya sama sekali, tiba – tiba mereka ikut voting kali ini !

Apa bloggers bisa baca pikiran saya waktu itu?

Ya, LEAF membawa pasukan supaya tema mereka menang !

Liciknya…

Disitulah penyebab keributan. Kami BIRD, dan PI tidak setuju dengan kehadiran kelas 10 disitu. Adu mulut pun terjadi. Jelas BIRD dan PI mencekal tindakan LEAF tersebut.

Sumpah deh, kepala saya mau pecah saat itu. Saya tutup telinga, mereka saling teriak, saling bentak, saling sindir, panas panas panas.

Tiba – tiba sampai suatu ketika saya disuruh maju sama xxxxxdari LEAF. Dia membentak saya, menyuruh saya membeberkan semua yang yang terjadi saat 2 hari lalu. Saat saya di ruang LEAF sendirian, saat saya ditekan kala itu, saya disalahakan sendirian. 1 vs 7.

Saya takut, saya pusing, saya blank. Apa yang harus saya katakana. Saya lihat gustian as ketua pensi benar – benar tidak dihargai kala itu.Kalo begini terus gak akan selesai rapat ini.

Akhirnya dengan terbata – bata saya katakana 20% apa yang terjadi saat peristiwa 1 vs 7. Mengapa 20%? Karena saya sadar, jika saya beberkan semuanya, rapat ini tidak akan selesai, yang ada malah perang  perang dan perang.

Teman – teman BIRD saya sempat kecewa, mereka bilang “kenapa lo ga bilang semuanya aja sih mumpung di depan kelas 10, biar mereka tau jahatnya LEAF”.

Tapi akhirnya mereka mau mengerti setelah mendengar penjelasan saya. Adu mulut pun dilanjutkan.

Perlawanan dari BIRD diwakilkan oleh Donny dan Kukuh. Dari PI ada Yao dan Nana.

FYI Donny itu keren sekali kalo bicara, orang ngomong 3 kata, dia balas 10 kata sedangkan Kukuh jago ngeles. Lalu Iffan memanfaatkan keributan dengan mendatangi kelas 10 dan berkampanye kemudian anggota BIRD yang lain saya suruh mencatat setiap detil rapat yang terjadi dan juga pilih tema yang benar-benar bagus, paling tidak kalo LEAF bisa bawa anak kelas 10 belom tentu tema mereka menang.

Finally, Gustian as ketia pensi turun tangan. Diputuskan kelas 10 tetap ikut rapat, namun hanya perwakilannya saja, 5 orang. Oke kami setuju. Lalu PI diwakili Yao mulai mempresentasikan Tema mereka, dilanjutkan tema dari LEAF. Selanjutnya pemungutan suara.

Hasilnya, Tema dari PI menang telak 29 – 11 dari pada tema LEAF. Rapat diakhiri, saat itu air muka LEAF sangat tidak enak untuk dilihat.

Setelah kejadian tersebut, terjadi berbagai perpecahan di dalam tubuh LEAF, sebagian ada yang memihak keluar, sebagian ada yang tetap dengan prinsip superior mereka. Padahal yang namanya panitia pensi, mau dari Rohis, Rokris, LEAF, BIRD, atau dari luar semuanya setara, karena pada dasarnya Pensi itu adalah acara sekolah bukan acara LEAF. Tapi beberapa dari mereka masih mikir pensi itu LEAF yang ngatur.

Waktu itu, tiap saya buka homepage fb yang ada malah status – status para LEAF yang malah terkesan buka aib di fb.

Udah gitu, mau saya masalah ini diselesaikan secara internal aja gitu kek. Tapi ini malah engga, merek malah berkoar – koar sengaja mempublikasikan ke khalayak ramai.

Baru saja saya turun ke lantai satu, tiba – tiba ada orang nanya, “Jas, tadi rapat BIRD ama LEAF berantem ya?”

Oh Gosh, jelas saja gossip beredar begitu cepat. Jika adik kelas atau kakak kelas bertanya ke saya tentang BIRD vs LEAF , saya Cuma bisa jawab “Engga berantem kok, BIRD sama LEAF kerja sama, Cuma beda pendapat aja”. Tapi mereka, para LEAF malah bikin status terus terusan di fb.

2 hari setelah itu. Teman sebangku saya balik dari tugasnya, teman sebangku saya yang jadi wakil ketua LEAF. Teman sebangku saya mendengarkan semua perkataan teman – teman LEAF-nya, Teman sebangku saya termakan omongan teman-teman LEAF-nya, Teman sebangku saya tidak lagi ingat dengan saya, Teman sebangku saya tidak lagi menghomati perasaan saya. Padahal saya selalu menghormati perasaan dia. Dia sebagai sahabat saya, dia sebagai teman sebangku saya, bukan dia sebagai LEAF. Tapi inilah yang saya dapatkan, perakuan seperti ini yang saya dapatkan.

Sakit hati saya.

BIRD vs LEAF. Chapter 3 : Raja Bergerak Belakangan

24 November 2009. Mau tidak mau saya ceritakan hal yang terjadi kemarin ke kukuh dan iffan. Benar firasat saya, mereka marah. Saya minta tolong untuk menyelesaikan masalah internal mereka dengan LEAF, karena ada salah satu LEAF yang gak suka dengan Iffan & Kukuh. Saya beri hak otonomi kepada mereka untuk mengurusnya, karena kalau masalah internal bergabung dengan masalah kelompok tentu akan menjadi rumit bukan? Juga saya mohon pada mereka untuk sabar.

Saya : “Udah biar gue aja yang nyelesain masalahnya sama mereka, gue ketua, ini tugas gue. Kalian ga usah ikut-ikutan, selesain masalah lo sama si xxxxx (anak LEAF yang punya masalah sama iffan dan kukuh.

Kukuh : “Tapi ga bisa gitu dong jas, Lo itu kemaren sendirian, wajar aja lo ga bisa perfikir. Lo wakilin nama BIRD kan? Tapi tanpa pesetujuan anggota, berarti itu pelanggaran.

Saya : “Pokoknya kita jangan bergerak dulu, diem aja dulu lah. Ikutin apa mau LEAF aja. Nanti gue yang urus”

Saya berbicara seperti itu padahal saya sendiri gak tau mau berbuat apa. Sampai suatu ketika saya memberi tahu hal tersebut ke Donny. FYI Donny juga BIRD, dan ternyata dia marah besar. Saat itu juga dia langsung ke ruang LEAF meminta penjelasan dan membuat perhitungan.

ASTAGA, KENAPA JADI GINI !!!

Kepala saya mau pecah, apa yang akan Donny lakukan disana. Saya takut oh tuhan, saya ga mau ada perselisiha. Kukuh dan Iffan mencegah Donny, tapi dia tetep maju.

Saya dilantai 2 saat itu. Saya juga mau ke ruang LEAF tapi dilarang sama Donny.

Karena Raja itu jalan belakangan.

Tuhan mendengarkan doaku kala itu, ternyata LEAF sedang sibuk dengan rapat Hari guru, sehingga upaya Donny pun gagal. Dan saya coba marahi Donny waktu itu.

Saya     : “Maksud lo apa sih, mikir ga sih apa yang lo lakuin tadi efeknya fatal. Pikir dulu sebelum bertindak!”

Donny : “Gue ga terima lo digituin Jas, mereka bertindak terlalu jauh”

Saya     : “Untuk masalah dengan LEAF biar gue yang selesaikan nanti. Lo ga usah bikin masalah tambah parah:

Donny : “Gue tau lu ketua, tapi BIRD bukan cuma lo doang! Kita lo anggap apa woy”

Dan jujur, apa yang dikatakan Donny emang benar, selama ini saya melakukan apa-apa sendirian, sehingga saya fikir kesalahan yang LEAF katakan waktu di ruang mereka adalah salah gue. Padahal gue punya temen-temen, I have birds beside me .( Birds adalah sebutan untuk pengurus BIRD).

Donny : “Jujur gue gak terima ketua gue diperlakukan seperti itu. Lo mewakili kita, tapi saat itu bahkan gue ga tau kalo gue diwakilin, bukan gitu caranya Jasmine. Bukan 1 lawan 7 orang”

Saya     : “Tapi gue Cuma ga mau ada kekisruhan…”

Donny : “Dimana –mana RAJA BERGERAK BELAKANGAN Jas, pasti anak buah yang mati duluan. Kalo gini caranya, mereka langsung nyerang elo. Kalo Raja mati duluan udah pasti kalah. Cara mereka salah”

Saya : “Tapi jangan langsung datengin ke Ruang LEAF gitu aja dong, fikir dulu matang-matang”

Donny : “Gue tau jas, masalah ini harus cepat diselesain, kalo kelamaan malah makin gak bener. Gue tau lo Ketua, tapi LO TETEP PEREMPUAN. Mana bisa 1 lawan 7 di kandang mereka pula. UDAH LO TENANG AJA BIAR GUE YANG URUS !”

Donny langsung pergi, waktu itu air mata saya langsung meluncur. Dikoridor lantai 2. Saya nangis. Perang dimulai kawan. Saya nangis ga berenti. Kukuh dan Iffan nemenin saya disitu.

Kukuh : “Jas, ga usah nangis. Biar kita selesain masalahnya.”

Saya     : “Tapi gak gini caranya, kalo begini jadinya pasti bakal perang, gue ga mau berantem sama LEAF”

Iffan     : “Iya tapi jangan nangis disini, mereka senang liat lu nangis ntar”

As you know Pria itu dasarnya cuek, tapi kalo mereka udah liat air mata cewe, jadi lain cerita. Saya ngerti banget posisi Donny saat itu, saya ngerti perasaan Iffan dan Kukuh waktu itu ketika melihat saya nangis. Mereka makin makin makin makin kesal.

Saya merasa bersalah nangis waktu itu, bukannya bikin masalah adem, malah bikin anak buah saya makin panas. Tapi coba bloggers di posisi saya, di otak saya sudah terbayang perselisihan macam – macam. Jadi gini, wakil ketua LEAF itu temen sebangku saya, saat itu dia gak ada ditempat karena ada urusan diluar sekolah. Dan jujur saya sangat sangat menghormati prasaan teman saya ini. Saya tidak mau buat teman sebangku saya kecewa. Tapi kalo saya lihat anak buah saya, masa saya mau melepas mereka semua? Mana tanggung jawab ketua kalo begitu?

Pikiran saya bergejolak, saya benar – benar bimbang. Saya sih tidak peduli mau diapain sama LEAF, mau 1 vs 7 kayak kemaren, mau dikeroyok kek, mau disuruh-suruh pun saya terima – terima aja. Tapi anggota BIRD yang lain tidak terima saya diperlakukan seperti itu. Ketua yang mereka sayangi diperlakukan dengan tidak dihargai.

Hati saya galau saat itu. Saya mau berdiri dipihak mana?

-          Saya terus melakukan sikap menghormati teman sebangku saya as wakil ketua LEAF, atau

-          Saya menghadapi ini semua bersama BIRD

Ternyata setelah saya pulang sekolah hari itu, Donny masuk ke ruang LEAF sendirian. Semacam membuat perhitungan dengan mereka.

Disitu saya merasa, saya bukan Raja yang mengatur strategi, tapi saya seperti seorang putri yang dilindungi.

Esok harinya ada rapat pensi, dan itulah klimaksnya. Kami bertengkar, adu mulut dihadapan anak kelas 1. Saling menekan dan menjatuhkan. Dan sekali lagi saya merasa, saya bukan Raja yang mengatur strategi, tapi saya seperti seorang putri yang dilindungi.

BIRD vs LEAF. Chapter 2 : 1 Bird and 7 Leaves

Masalah semakin larut, konflik sana sini.

Oke, saya ceritakan kejadian yang menurut saya ada peranan saya disitu.

20 November 2009. Waktu itu rapat kepanitian pensi pertemuan kedua. FYI, rapat kepanitian pensi itu dihadiri oleh 3 kubu, yaitu: LEAF, BIRD, dan Pihak Independen (PI) dari perwakilan tiap kelas.

Rapat kali itu membahas tema, Voting tema gitu.  Ada 4 tema:

  1. Tema dari gustian as ketua panitia pensi dengan perolehan 3 suara
  2. Tema dari LEAF (Richard) dengan perolehan 11 suara
  3. Tema dari BIRD (Arnold) dengan perolehan 1 suara :P
  4. Tema dari PI (Yao) dengan perolehan 13 suara

Otomatis tema yang terpilih adalah tema dari PI dong. Waktu itu gustian as ketua panitia bilang, “hasil pemungutan suara valid, tidak dapat diganggu gugat oleh siapapun”. Oke saya dan teman – teman pun setuju dan bertekad untuk bekerja sama membuat pensi sesukses mungkin.

Tiba-tiba hari Senin, 23 November 2009. Yao dari PI menarik saya ke aula,

Yao : “Jas, kata LEAF pemungutan suara kemaren gak valid, mereka mau ngadain pemungutan suara ulang”

Saya: “Loh kenapa? Kan kata gustian as ketua panitia udah valid, ga bias diubah dong”

Yao : “ ga tau tuh, katanya ada suara yang gak sah, perwakilan kelas dari ipa 2 melebihi kuota (kuota: max. 5 orang perkelas) bantuin kita jas, voting nanti Cuma ada 2 tema, tema kita sama tema dari LEAF. Kita mesti ngapain?”

Saya : “Ya udah yao, lu siapin tema kemaren sebaik mungkin, jangan seperti kemarin yang dadakan”

Yao : “ BIRD bantu kita kan? Gue sama temen-temen gue ini perwakilan kelas jas”

Saya pun mengiyakan. Dari sini terlihat kalo LEAF mengambil peran oposisi terhadap panitia pensi lain. Padahal yang namanya panitia pensi itu mau asalnya dari LEAF, BIRD, rohis, rokris semua sama, tujuannya membuat pensi yang sempurna bersama-sama, bukan saling memerintah.

Waktu itu saya mendengarkan diskusi mereka tentang tema mereka, saya akui Yao professional sekali dalam mengurusi hal-hal seperti ini. Sallut. Yang hadir kala itu ada beberapa orang dari PI kelas, dan 3 orang wakil BIRD. Saya, Iffan, dan Kukuh.

Tiba-tiba salah seorang LEAF berteriak dari lapangan, “JAS, DIPANGGIL KE RUANG LEAF”.

Seketika saya gemetar. Firasat saya gak enak.

Saya minta iffan dan kukuh menemani saya waktu itu, tapi ternyata mereka diusir oleh para LEAF.  Di ruangan itu ada 7 orang LEAF, dan saya disitu mewakili BIRD dan PI SENDIRIAN.

Dan ternyata firasat saya benar terjadi. Awalnya mereka nagih proker BIRD ke saya (otomatis disitu peran saya wakilin BIRD), mereka menumpahkan semua ke saya, dari mulai teman – teman saya yang gak sopan sama mereka, sampe mulai masalah tema pensi itu. Waktu itu gak ada gustian as ketua panitia pensi. Tapi mereka numpahin semua ke saya.

Saya ngerti keadaan mereka, mereka berharap banyak pada saya. Saya sebagai mediator antara LEAF dan PI. Saya sebagai mediator antara LEAF dan anggota saya. Tapi saya bingung.

Jika kalian bloggers, melihat wajah saya waktu itu. Pucat, speechless, dan kebingungan. Saya bingung bagaimana mengucapkan semua pesan – pesan yang mereka katakana segitu banyaknya ke anggota BIRD nanti, saya bingung bagaimana mengatakan kepada mereka dengan sebaik mungkin. Karena kalau saya sampaikan semuanya anggota BIRD pasti marah besar !

Oke, lama – lama saya gak tahan sendiri disitu, saya tertekan men. 1 lawan 7 orang bisa apa saya? Akhirnya saya minta agar Yao masuk untuk mewakili PI. Dan saat itu pun saya merasa tertolong, sangat tertolong.

Kukuh, iffan, dan Teman-teman dari kubu independen menuggu kami di luar ruangan LEAF.

Saya bingung, bagaimana menyampaikannya. Saya sungguh bingung. Karena kalau saya ceritakan detil semuanya akan ada perang besar. Perang yang akhirnya saat ini benar terjadi.

MPK vs OSIS

dari zaman dulu selalu begitu
gak ngerti deh kenapa
perang dingin jadi panas
sudah turun temurun dari angakatan ke angkatan

perselisihan yang kepalanya gak berpangkal, dan ekornya gak berujung.
perselisihan yang membuat saya jadi renggang dengan sahabat-sahabat saya.
bingung saya bingung.

The Worst Birthday

Untuk Jasmine Aventurine aka ketua MPK aka bendahara 11ipa1 aka teteh ageng aka Syifa Aulia.

Semoga di tahun ke-16 ini tuhan memberi apapun yang baik-baik dan menjauhkan apa-apa yang buruk.

Amin.

Malam hari, saya dapat sms ucapan ultah pertama dari sahabat saya, lalu sampe jam 2 saya ga bisa tidur, ada sms lagi dari elhaq, karena ga kuat akhirnya saya tidur.

Pagi hari seperti biasa saya bangun jam 4,  siap – siap berangkat sekolah, sebelumnya saya sudah bilang mama kalo nanti mau treat temen-temen. Bokap sempet nanya sih butuh uang apa engga buat nraktir, tapi  mukanya gak ngenakin, ya sudahlah ga usah, lagi pula nanti ada rapat pensi.

Hari berjalan sepert biasa, kebanyakan sms berdatangan dari teman-temen plurk (thanks ya, i love you all xxx). Total semua sms ucapan ada 20an lah, dikit banget memang haha.

Lalu sampai pada suat insiden. Teman sebangku saya marah ga jelas, diemin saya gitu saja. Salah satu alasan saya tidak suka anak bontot atau semata wayang, ya seperti ini lah. Semaunya mereka saja.

Saya itu orangnya jelas, maksudnya semua mesti jelas alasannya. Kalo memang seseorang tersinggung karena perbuatan saya, lebih baik diomongin baik-baik, saya lebih suka begitu. Jadi tidak ada yang mengganjal di hati. Tapi lain kalo sama anak bontot atau tunggal, keseringan mereka marah tanpa alasan jelas, terus abis itu sok sok nyapa lagi, suka – suka hati mereka saja gitu.

You know, saya merasa seperti dipermainkan.

Terus terang, saya orangnya jarang marah, apalagi ngambek ga jelas najis. Bisa dihitung pake jari lah, dan setelah marah itu pun saya pasti bicara sejelas-jelasnya sampai masalahnya clear.

Oke lupakan tentang sekolah. Pulang sekolah saya ada rapat dengan orang-orang pengatur, urusan pensi sekolah sih. Saya milih jadi koordinator keamanan. Banyak orang sok berkemampuan, liat saja nanti mendekati hari H, paling – paling yang masih bertahan jadi panitia tinggal segelintir orang saja.

Pulang sekolah saya nangis sejadi-jadinya, kesel sekali rasanya.

Abis maghrib, karena setiap malem jumat keluarga kami selalu ngaji (yasinan, tahlilan, dsb), khusus malam itu ngajinya untuk doain saya. Saya duduk disebelah mama. Satu hal yang saya benci saat deket nyokap adalah i can’t hide my feeling, saat itu suasana hati lagi buruk-buruknya, sambil ngaji sempet ke gep beberapa kali netesin air mata tapi saya bilang ke nyokap kalo saya lagi ngantuk jadi nguarin air mata.

Selesai ngaji lagi-lagi saya nangis.

Bokap telepon saat otw to home, dia tanya saya mau apa. Saya jawab saya gak mau apapun. Setelah bilang, ” aku ga mau apa-apa kok”, seketika saya nangis lagi.

Sempet curhat bentar sonya, mpk, dan geng burung (ifan & doni). Setidaknya itu sedikit menenangkan.

Intinya hari ulang tahun saya kali ini no party, no treat, no money, no friend.

Macam – macam SMS saat Ujian

Minggu lalu saya sudah melalui Ujian Blok 2. Pasangan duduk saya masih seperti Ujian Blok 1, mr. Harris Mustaqim dari kelas 12 sos 3.

Bicara soal SMS ujian, tentu sudah tidak basi lagi. Perkembangan teknologi lama kelamaan merubah budaya dan cara pelajar melakukan politiknya, atau yang lazim disebut “nyontek“.

Zaman sekarang sudah jarang para pelajar ujian dengan cara openbook. Memang ada sih beberapa, tapi kok kesannya males banget gitu ulangan sampe liat buku, ga ada niat belajar apa. Ada juga siswa yang bikin mini-note, atau catatan kecil di berbagai tempat, seperti : di tempat pensil, di tempel balik meja, diselipkan di dalam dasi, bahkan ada yang ditempel di paha (wow).

Kalo teman – teman saya lain lagi, mereka cermat dalam memanfaatkan SDT (Sumber Daya Teman), dengan bantuan ponsel mereka tinggal duduk, mengisi nomer ujian, dan menunggu pesan masuk. Ya, pesan berisi huruf-abcde-mujarab-bin-kramat alias kunci jawaban.

Selama ujian lalu, inbox hape saya selalu penuh. Bayangkan saja, belum ada 10menit waktu ujian berlalu, eh tau tau inbox hape saya sudah 40 unread text. (ckckc gilee bener temen2 ane). Beginilah macam-macam sms yang saya terima saat ujian :

1. Tipe sms BUTUH KEYAKINAN

Screenshot0008 Screenshot0011

SMS dari Dini dan Amanda menunjukan mereka masih ragu sama jawaban mereka. Yah kasian sih kalo ga dibales, setidaknya mereka udah mencoba berfikir.

2. Tipe sms MALU-MALU

Screenshot0015 Screenshot0014

Nah kalo Donny dan Sherly lain lagi, mereka nanya jawaban yang biasanya soalnya beneran susah, atau kadang orang-orang tipe MALU-MALU belom kenal saya secara dekat, jadi nanyanya dikit aja.

3. Tipe NGERAMPOK

Screenshot0013

Malesin banget sms tipe diatas, pertanyaannya banyak, cuma ngetik angka doang, udah gitu lompat-lompat pula soalnya. Saya males balesnya, ribet.

4. Tipe MADESU

Screenshot0009

MADESU atau masa depan suram. Biasanya baru beberapa menit setelah soal dibagikan mereka udah mengirim sms.

5. Tipe PENGANCAM dan PENJILAT

Screenshot0012 Screenshot0016 Screenshot0017

Disebut PENGANCAM soalnya sms-nya mengandung unsur ancaman, biasanya yang begini laki-laki, atau cewe cewe alay. PENJILAT, bukan karena mereka suka jilatin barang, tapi smsnya mengandung kalimat KKN, lazimnya para siswa berkantong tebal tipe smsnya seperti ini.

6. Tipe Malaikat

Screenshot0010

Ini baru kesukaan saya, bagaikan MALAIKAT turun ke bumi yang penuh bencana, sms dari sonya benar – benar membuat LJK saya tentram. Tanpa diminta dia sudah sms loh, lalu saya kirim balik jawaban saya, jadi saling mencocokan gitu. Biasanya sms seperti ini dikirim oleh sahabat dekat.

Untuk 5 tipe pertama, terkadang tidak semuanya saya bisa balas, karena untuk membalas sms pun butuh perjuangan besar, mulai dari mengisi pulsa untuk sms, mencari celah saat pengawas lengah, mencari posisi aman untuk bisa mengetik, dan bahkan mengetik tanpa melihat layar ! Jadi wajar bukan kalo dari 40 sms, saya hanya bisa balas 10?

Tak jarang saya disoraki ketika jalan, dikatain “PELIT LO“, “eh ko lu ga bales sms gue sih, pelit banget“, “halah paling alesan lo pengawasnya killer kan? dasar pelit“, dll, dsb, dst. Dijauhi dan diomongin sama orang2 merupakan makan siang saya setiap musim ujian. Belom lagi ada juga orang-orang yang marah jika jawaban yang saya kasih ternyata salah. Saya bukan jenius :) , tentu saja ada celah kesalahan, dan mereka tidak terima. *tarik nafas panjang*

Nah sekarang, dari 6 tipe diatas, anda termasuk golongan yang mana?

Jawab ya ;)

Leader of MPK

Minggu lalu, senior MPK datang ke kelas – kelas. “yang mau join MPK, nanti ngumpul di aula”. Saya dan teman – teman ikutan ah, sekalian belajar organisasi gitu. Eh ga taunya di undur. Sampai akhirnya hari ini.
Di ruang aula adada 9 orang kelas 11, seluruh anggota OSIS juga senior MPK. Saya pikir mau ada pengarahan atau apalah.
Tiba-tiba senior bilang, “saya tunjuk kalian satu -satu, maju kedepan promosikan diri kalian untuk menjadi ketua MPK”
WTF WTH WTC WTS !?!?!
LOH KO DADAKAN. apa – apaan ini. Tangan saya dingin setengah mati. Teman-teman saya yang lain dapat giliran lebih dulu, mereka ditanya macam-macam. Mulai dari pertanyaan gak penting sampai pertanyaan bersifat pembunuhan karakter. Parah.
Saya sendiri dapet giliran terakhir, waktu ga nyampe 5menit. Tau apa yang saya katakan? “jika saya terpilih saya akan melanjutkan perjuangan senior dengan lebih baik titik”. Just it -_-
Ada 3 orang yang nanya, pas saya jawab pertanyaan terakhir waktu gak keburu. Saya cuma ngoceh setengah.
Nyokap udah nelpon gara2 saya pulang telat.
Voting dilaksanakan. Hasilnya saya jadi ketua.
Astaga…
Apa – apaan ini. Instan banget.
Saya bingung, galau, gelisah, resah.
Ga ada bakat jadi pemimpin.
Besok udah mulai aktif rapat2.
Pusing saya.

Nb: MPK (majelis perwakilan kelas) kedudukannya setara dengan ketua OSIS, namun lebih ke monitoring kegiatan sekolah secara luas.


Meh :)

Jasmine Aventurine Aulia's Facebook profile
Hi :). It's me. send email to ampundehblog@gmail.com for more information. My GTalk is active too. Enjoy !

Kategori

tweet me :)

RSS Indowaps Blog updates

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Arsip