Sebenarnya saya kuliah dimana?
Jadi gini, tanggal 1 Agustus 2011 lalu saya mendapatkan lagi lagi pengumuman yang makin bikin galau.
Ayah saya ingin sekali anaknya berkecimpung di dunia perekonomian, waktu Hasil SIMAK UI lalu saya hanya mendapatkan prodi D3 Akuntansi. Kalo mau dapat gelar SE jelas harus ikut program Ekstensi lagi.
Itu sangat memakan waktu dan biaya menurut saya.
Akhirnya ayah saya menyuruh saya untuk mengikuti Penmaba Mandiri UNJ ini.
Padahal saat menjalani tes, jawaban saya ngikutin soal latihan tahun lalu dengan asumsi orang yang ngisi soal tahun 2010 itu benar. Eh ternyata malah keterima -_-….. S1 lagi.
Oleh karena itu tgl 1 Agustus kemarin saya memegang 4 kursi di 3 universitas (UI, UIN, UNJ) dgn 4 jurusan berbeda (Farmasi, Akuntansi D3, Pend Matematika, Akuntansi S1).
Intinya sih saya bimbang dengan 2 pilihan, Farmasi atau Akuntansi S1 ini.
Akhirnya dengan beberapa perhitungan saya pun pilih yang kedua. Akuntansi S1 di UNJ.
Bismillah, semoga Allah memudahkan saya untuk menuntun ilmu disana.
Namun, ada satu hal yang sampai saat ini masih mengganjal dan belum siap untuk saya terima, yaitu : saya meninggalkan dunia sains yang sangat saya cintai :’(
Tidak ada lagi fisika
Tidak ada lagi kimia
Tidak ada lagi biologi
Saya sungguh sedih. Tapi saya yakin selalu ada sesuatu dibalik semua ini.
Pasti.
Dimanapun universitasnya, apapun jurusannya, manusia yang sungguh-sungguh pasti akan mendapat hasil yang cemerlang.
Saya akan berusaha sebaik mungkin.


Ah, banyak juga kok orang IPA yang berjaya di IPS. Semoga berhasil!
tak ada yg sia2 di dunia ini kecuali qta sendiri yg menyia-nyiakannya…. gut lak !!
ganbate kudasai. Kalo semuanya dijalani dg sunguh2 dan tulus, pasti akan mendapatkan sesuatu yang terbaik. Namun, lebìh nyaman bila mengikuti prinsip agar tidak terjebak dalam ambivalence